Pengalaman Pertama Pakai Pedal Cleat

Gambar

Pertama pakai pedal cleat takut,tapi mesti dicoba.dorong sepeda cari tiang listrik buat sandaran,setelah naik sepeda gak langsung dikayuh cuman bersandar di tiang listrik sambil mengerakan tumit kekanan dan kekiri alias latihan melepas cleat dari pedal.awalnya cuman saya atur yang paling kendor agar mudah lepas dari pedalnya,

setelah lancar memasang dan melepas dari pedal akhirnya jalan juga di tanah lapang walaupun masih sering jatuh jatuh.seperti orang yang baru saja belajar bersepeda.setelah lancar diatur lagi ke medium dan seterusnya.gak sampai satu minggu dah lancar pakai pedal cleat.

hingga suatu hari perjalanan pulang kerja di jalan demangan baru ada mobil depan saya rem mendadak,karena gak sempat melepas pedal akhirnya jatuh wutuhan koyo nongko tibo,padal gak nabrak cuman terkejut dan gak sempat lepas pedal jatuh juga,karena kakinya gak bisa menapak diaspal.

malu juga dilihatin orang banyak.ada orang yang mau nolong tapi bingung,mau angkat sepedanya tapi kok kakinya ikut terangkat.akhirnya dengan sedikit mengeser tumit pedalnya lepas juga.

hehe jatuh dari sepeda gara-gara gak sempat lepas pedalnya jadi terkesan konyol.

Sepasang Sepatu dan Pedal

Gambar

Sepasang sepatu dah lama dan lupa namanya ap dulu beli baru harga 200k ukuran 41.sekalian beli pedal cleat shimano bekas seharga 150k. menurut saya sepatu ini selain buat jalan jalan dan melindungi kaki juga bisa buat bersepeda karena sudah ada fasilitanya buat pasang cleat.

Gambar

Walau sudah butut dan usang namun masih bisa nyaman dipakai,sempat hilang sebelah karena terbawa arus banjir lahar dingin 2010 yang lalu namun masih bisa ketemu lagi.ada logonya NW warna merah,sedangkan yang warna putih itu fiber yang dalamnya ada besinya buat pasang cleat.

GambarGambar

Sepasang sepatu dan pedal cleat yang menemaniku jatuh bangun bersepeda dari 2007 hingga sekarang 2014. untuk pedal saya beli dari temen seharga 150k walau bekas namun masih layak dipakai. gumun aku kok yo awet men sepatune dinggo jak-jakan yo rung jebol-jebol cuman warnanya saja dah pudar
.Gambarsi kliwon siap di cat ulang

 

Candi Gedong Songo

Setelah beberapa kali absen dari dunia bersepeda akhirnya sikliwon menapakan rodanya di bandungan,kali ini tidak bersama temen temen paguyuban sepeda konyil(tak tinggal selingkuh sik hahah) tapi bergabung dengan temen temen pajeksan dan beberapa dari B2W jogja.

Gambar

Kali ini harus berangkat lebih awal karena perjalanan menuju bandungan memakan waktu yang agak lama.dan harus bangun jam 4 pagi untuk berkumpul di pajeksan(walaupun berkumpul di pajeksan tapi ndak bawa bekal jamu khas jogja).bawa jamu nyepedane mung iso ngulong koming.

Bandungan ohh bandungan jalanmu benar benar menyiksa kempolku baru dapet bonus turunan 1km sudah harus menaklukan tanjakan lebih dari 5 km.ketika sampai di candi gedong songo rasa capek dan lelah sedikit terobati bisa melihat mbak mbak wisatawan yang bening bening seperti akuariumku yang habis diganti airnya.

Gambar

Gambar

Setelah istirahat dan nonton yang bening-bening di pelataran candi gedong songo,perjalanan dilanjut kembali mengingat sudah siang walaupun nampak seperti pagi dikarenakan kabut sudah mulai turun.namun perjalanya lebih menyiksa lagi karena jarak pandang hanya beberapa meter saja itupun hanya mengandalkan lampu kedap-kedip yang ditaruh dibawah sadle  temen yang ada di depanya

Gambar

 

Gambar

 

 

 

Gambarsikliwon

Bandungan-bandungan jalurmu membuatku kapok tapi ingin mencoba lagi.

 

Silahkan berimajinasi

Diantara Honda,Yamaha,Kawasaki,Susuki,Tvs dan yang lainya manakah yang akan lebih dulu mengeluarkan produknya, upside down,cakram depan belakang.110cc/150cc,automatic atau bergigi(asal gak pakai kawat,kasihan yang pasang kawat),sport atau bebek.
Saatnya berimajinasi duluan yang mana.

Sedikit Cerita Setelah Perayaan Pergantian Tahun

sampaholeh comotan poto fb

sedikit cerita seusai perayaan pergantian tahun.hal ini dialami hampir diseluruh kota.
setelah masyarakat pada umumnya mulai tertidur dengan lelapnya setelah usai merayakan pergantian tahun.
nampak beberapa orang sekitar 02.30 dini hari yang mungkin baru bangun dari tidurnya,mungkin malah belum tidur.untuk melaksanakan tugasnya sebagai petugas kebersihan.diiringi suara merdu sapu lidi yang bergesekan dengan lantai aspal jalanan kota diantara rindangnya hutan beton.

wedan iks

sebener males keluar dimalam tahun baru.tapi yo piye meneh ada ajakan temen untuk keluar dimalam hari dan hanya mau menuruti keinginan teman yang mau merayakan pergantian tahun di bukit bintang alias hargodumilah dikawasan patuk gunung kidul
berangkat dari jogja sampai kepasar piyungan jalanan lancar jaya.jalanan mulai macet ketika mulai menanjak arah patuk setelah jembatan mulai padat merayap perlahan-lahan(pamer paha),bikin capek jari jari tanngan yang harus terus menahan tuas rem takut dlosor kebawah.sempat menabarak mbak mbak pakai beat yang belok gak kasih tanda langsung saja belok dan berhenti di depan saya.
setelah nyampai di hargodumilah dan memarkir motor langsung cari warung buat istirahat
ketika mau duduk di tikar warung langsung, didatangi pelayannya.meberi tahu kalau harga sewa tempatnya sebesar Rp50.000,’ per orang dengan suguhan ayam bakar dan minum satu porsi edan satu orang 50rb.sempat terjadi sedikit perdebatan diantara kami berempat.ada yang memutuskan tetep tinggal di tempat dengan bayar 50ribu perorang.
lah kalau 50 ribu dengan suguhan ayam bakar dan minumnya trus saya makan apa,lah wong aku gak makan daging sama ayam.walau sendiri memutuskan dan berjalan keluar dari warung akhirnya di ikuti ketiga temen saya ikut keluar dari warung juga.
edan mas lehmu nutuk kakean.lah wong neng ngisor wae ayam bakar sak porsi mung 20 ewu iso lungguhan suwi ora nganggo di usir.
sekedar ungkapan kekecewaan di malam pergantian tahun.

MARI BERSEPEDA

jlfr
jum’at 27 desember 2013 jlfr #44 semakin ramai karena dihadiri beberapa komunitas bersepeda dari jakarta,bandung,semarang,solo,gombong,kalimantan timur dan dari daerah lainya ikut meramaikan jlfr #44.
agenda bersepeda yang selalu dilaksanakan di hari jum’at minggu terakhir tiap bulanya.dan acara ini gratis bagi siapa saja yang mau ikut bersepeda bisa langsung bergabung.
sebuah pergerakan dari anak muda jogja untuk mengembalikan jogja sebagai kota sepeda.
kalau di hari biasa yang sering marah marah orang orang yang bersepeda karena dipinggirkan dan tak dapat jalan.giliran dihari jum’at minggu terakhir banyak pengguna kendaraan bermotor yang marah-marah merasa diganggu.(le nesu-nesu gentenan yo mbak,mas.pak.bu)
bagi yang mau ikut jlfr silahkan bergabung dihari juma’at minggu terakhir.
mari bersepeda